Senin, 10 Oktober 2022

Video Webinar Rumah Asi Bali | Induksi Laktasi

 


siapa saja yang perlu mengetahui tentang induksi laktasi? jawabannya adalah semua ibu yang akan memberikan asi kepada anaknya, baik itu bayi adopsi ataupun bayi dimana ibu ingin menghidupkan kembali Payudaranya dan melanjutkan memberikan ASI kepadanya.

silakan ditonton video terkait yang tempatnya ada di channel Rumah ASI Bali. jangan lupa subscribe dan share nggih kepada teman-teman, handai taulan yang dirasa butuh informasi ini.

Channel YouTube Rumah Asi Bali : https://youtube.com/channel/UCgz6EjWhO7BHDRgkTgtsjJA

Instagram Rumah Asi Bali : @rumahasibali

Senin, 03 Oktober 2022


 Pelatihan Penatalaksanaan Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia gestasi. Berat lahir adalah berat yang ditimbang satu jam setelah lahir.
Maka dari itu kami Rumah ASI Bali bekerja sama dengan Perinasia Pusat mengadakan Pelatihan Penatalaksanaan Bayi Berat Lahir Rendah secara tatap muka, pada hari Sabtu - Minggu, 26-27 November 2022, yang akan dilaksanakan di Aula Kertiyasa Rumah Sakit Ari Canti, Jalan Raya Mas no.88X, Ubud, Gianyar - Bali.
.
.
.
Yuk segera daftar - hubungi Ratih (0878 5771 0406)




Pelatihan Manajemen Laktasi

Manajemen Laktasi merupakan upaya yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan dalam menyusui dan manajemen laktasi sebaiknya sudah dilakukan sejak awal kehamilan hingga selama masa menyusui.
Maka dari itu kami Rumah ASI Bali bekerja sama dengan Perinasia Pusat mengadakan Pelatihan Manajemen Laktasi secara tatap muka pada hari Sabtu - Minggu, 5-6 November 2022, yang akan dilaksanakan di Aula Kertiyasa Rumah Sakit Ari Canti, Jalan Raya Mas no.88X, Ubud, Gianyar - Bali.
.
.
.
Yuk ikutan update Ilmu Laktasinya biar dapat semakin gercep membantu para bayi mendapatkan haknya. 

 

Senin, 29 Februari 2016

MPASI Bharath

MPASI

Saat Bharath akan mulai MPASI, sempet rada gak pede juga mau ngerancang apa aja yang akan saya berikan terlebih dahulu. Karena jujur aja, walopun anak kedua, tapi merupakan pengalaman pertama saya dalam memberikan mpasi. Dulu saat Jyoti mpasi, ayahnya yang sibuk membuatkan bubur yang baru sekarang ini tahu kalo kurang tepat, hahahhahaha...yang learning by doing. Gak ada yang salah sih, cuman kurang tepat aja. Ya itu pake tepung beras dan gula garam sesuai selera ayahnya, hahahhahaa...gak punya petunjuk dan konselor yang bisa ditanyain, th 2007 padahal.
Singkat cerita, saat ketidakpedean saya itu, si ayah memberikan semua ilmu yang dia dapatkan saat ikut pelatihan mpasi Perinasia. Walaupun gak disebutkan mesti organik atau tidaknya, saya memaksakan diri untuk memberikan semua bahan jadi organik, termasuk buat makan keluarga no gula garam...hahahhaa...menderitanya putri dan suami saya saat itu..wkwkwkwkwkk...tapi saya bilang demi perbaikan keturunan, alias kemalasan sya membedakan baha makanan buat keluarga. Hahaahhahaaa...
Akhirnya semua bahan makanan dikukus dan ya itu rasa asli dari setiap bahan makanan yang ada. Lama lama, gak sampe 2minggu, si ayah dan si kakak terbiasa juga.
Adek akhirnya MPASI yang totally organic, tetapi ya itu, gak mau makan nasi yg dijadikan bubur. Segala macam karbohidrat pengganti nasi saya coba olah, labu kuning, labu orange (gak tau namanya semua), keladi, kentang. Sqya coba tiap bahan 3 sampe 5 hari baru ganti.
Eh iya, kalo buat protein, serat dan lemaknya saya lumayan masukkan beberapa macam, seperti kacang polong, extra virgin olive oil, wortel, labu siam, bayam merah, bayam hijau, kailan muda, brokoli, tomat, brusselsprout, vco buatan khusus ibu saya sendiri, kacang merah, kacang hijau tanpa kulit.
Pernah juga dia jadi rada kuning menurut penglihatan saya...hehehehehe kebanyakan makan labu dan wortel. Akhirnya saya stop dulu kombinasi 2 sayuran tersebut.

Dijadwal jam makannya saja, pagi sekitar jam 7, jam 10 sari buahnya, jam 12 siang makan lagi, jam 3 sari buah lagi, jam 5 makan lagi. Kalo jadwalnya 3x karna mau ngikutin jadwal makan saya saja.hehehehe...tapi semaunya dia, syukur kalo mau lahap, kalo gak ya udah brenti. Pokoknya batasnya 20menit, kalo dah lebih gak saya kasi lagi. Asi tetaaaap lancar, syukurlah.

Berganti bulan, ya ganti konsistensinya, tetap buah2an yang berbagai jenis, termasuk durian pas itu, tapi gak ya sebiji utuh durian bangkok laaa...ntar mamanya gak kebagian..hahahahaha.




Senin, 15 Juli 2013


ASI dan kekebalan tubuh Bayi/Manusia


ASI saat baru selesai melahirkan, mengandung banyak kolustrum. Earna Kolustrum bervariasi sesuai dengan makanan, suku bangsa, dll. Mulai dari putih, keemasan, merah muda sampai coklat muda. Kolustrum juga lebih kental dari ASI matang.

Seringkali di masyarakat, Kolustrum dibuang karena dikawatirkan susu rusak...padahal tidak ada ASI yang keluar dari payudara ibu rusak. Mitos ini sebaiknya tidak dilanjutkan agar bayi memperoleh kolustrum. Kan...sungguh aneh kalau kita bersedia minum kolustru sapi (beberapa produk kesehatan yang beredar belakangan ini) tetapi membuang kolustrum manusia....

Kandungan  kolustrum ASI manusia :
  1. Kaya Antibodi & banyak Sel darah putih untuk melawan infeksi dan mencegah alergi,
  2. Pencahar untuk mengeluarkan kotoran bayi yang berwarna hijau (meconeum) sehingga bayi terhindar dari sakit kuning (icterus),
  3. Faktor- faktor pertumbuhan untuk membantu usus berkembang lebih matang, mencegah alergi dan ketidak cocokan (intoleransi),
  4. Kaya Vitamin A untuk mengurangi keparahan infeksi dan mencegah penyakit mata.

Kemudian dalam beberapa hari ketika bayi sudah beradaptasi dengan lingkungan barunya kolustrum berkurang dan ASI mengandung susu yang matang, proses ini tidak kita dapatkan dalam susu formula.

ASI yang matang, saat 5 menit awal lebih banyak encer karena mengandung air dan gula, karena digunakan untuk menghilangkan rasa haus bayi, kemudian akan menjadi lebih kental karena banyak mengandung lemak dan protein untuk rasa kenyang bayi. Ini juga tidak terjadi dalam susu formula.

BAGAIMANA ASI MELINDUNGI BAYI DARI INFEKSI?

Ketika seorang ibu terinfeksi maka tubuh ibu akan membuat sel darah putih yang mengandung zat kebal spesifik terhadap peng-infeksi-nya, kemudian sebagian sel darah putih ini masuk ke payudara dan keluar bersama ASI menuju bayi, sehingga bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit.

Proses ini tidak kita peroleh dari susu formula.

Berikut ini beberapa zat kebal yang diperoleh dalam ASI manusia
  1. Lactobacilus Bifidus (probiotik) melindungi bayi dari infeksi E. Colli (diare), Shigella (disentry), Jamur
  2. Laktoferin (berisi besi) melindungi bayi dari Stafilokokus (infeksi kulit, pernafasan, otak, THT, ginjal), E. Colli, Kandida
  3. Lisozim melindungi dari  E. Colli (diare), Salmonela (tipus perut),
  4. Anti Streptokokus (pelindung infeksi nafas, otak, ginjal)
  5. Antibodi (IgA) perlindungan saluran cerna & saluran nafas : virus rota (penyebab diare terbanyak pada masyarakat yang punya sanitasi bagus)


ASI mempunyai efek perlindungan thd penyakit pneumococcus, Pnemonia, HiB.

Mengurangi Kesakitan karena Otitis media (infeksi telinga tengah / curek dalam ahasa bali)

Ayo galakkan ASI di masyarakat....Ingat ASI Yes !!! Susu Formula No !!!

Indonesia Jaya,
Dr. Oka

ASI dan Tumbuh Kembang Anak

Ketika sel telur dan sperma bertemu mulailah tumbuh kembang seorang manusia, manusia baru yang masih berwujud 1 sel ini sudah mulai belajar sampai dia akhirnya menghembuskan nafasnya.

Pengasuhan dalam kandungan memegang peranan 2/3 dari kekuatan seoarang anak dan 1/3 dalam masa setelah lahir. Demikian para leluhur kita menasehatkan ibu hamil untuk menjaga pikirannya agar kelak bayi yang dilahirkan memancarkan karakter yang bermanfaat untuk kemanusiaan.

Tidak berhenti disana saja leluhur kita berpesan, dalam tradisi jawa ada pepatah sebelum menikah hendaknya setiap pasangan menyiapkan bibit,bobot,bebet yang kurang lebih berarti karakter yang luhur, kemandirian/kesejahteraan lahiriah, perilaku keseharian

Jadi manusia tidak sekedar beranak saja, namun diajak untuk turut serta dalam evolusi kesadaran kolektif sebuah masyarakat.

Pernah seorang pemangku (pendeta di hindu bali) berpesan ”jangan berikan susu sapi ke anakmu nanti jadi seperti sapi, berikan susu Ibu saja”

Mari kita renungkan nasehat sederhana seorang pemangku yang tidak mengenyam penddikan secanggih manusia modern

Menyusui juga mengoptimalkan perkembangan anak

  1. Potensi anak hanya tercapai dengan ASI (WHO 2006), Hasil studi 5 th (1997-2003) dengan peserta 8500 anak (Brazil, Ghana, India, Oman Norway, USA) yang dipantau adalah Berat badan, tinggi badan, gerakan motorik dan menghasilkan kesimpulan Kalau diberikan ASI (eksklusif 4-6 bln, lanjut s/d 2 tahun) dan makanan pendamping ASI yang tepat, bayi dapat mencapai potensi pertumbuhannya! Jadi tidak hanya berat badan saja karena Susu Formula akan memberikan BB yang tinggi ke bayi yang akhirnya mengantar bayi jatuh pada kegemukan, tetapi juga kemampuan motorik kasar....

  1. ASI & perkembangan kognitif (American Journal of Clinical Nutrition, 1999), Pengumpulan hasil dari 20 studi; mengukur IQ anak ditemukan:

Keunggulan anak yg diberi ASI dibanding anak yg diberi formula: Sesama bayi Berat badan lahir rendah : 5.18 poin lebih tinggi, Sesama bayi Berat badan lahir normal : 2.66 poin lebih tinggi, Total : 3.16 poin lebih tinggi. “Jadi Semakin lama diberikan ASI, Semakin besar/baik dampaknya”

  1. ASI mengurangi risiko tingkah laku brutal, (Walker M, Core Curr For Lact Cons Pract, Page 110, 2002)

Kadar Mn (Mangan): ASI 4-8 Ug/L, Susu formula sapi 40-80 Ug/L, Susu formula kedelai 50-75X dari ASI. Kadar Mn yang tinggi membuat  Serotonin dan Dopamin otak yang berfungsi merancang dan mengatur kontrol emosi, tidak dapat bekerja. Sehingga risiko tingkah laku brutal pada bayi dengan Susu Formula meningkat di usia anak / remaja dan Risiko schizophrenic pada Susu Formula meningkat.

MSG dan asam aspartat bebas (Neurotoxin) terdapat pada proses perubahan susu sapi cair menjadi susu formula.

  1. ASI & Pengaruh stres (manfaat hingga masa dewasa)  (British Medical Journal, Agustus 2006)

Bayi yang diberi ASI lebih mudah mengabaikan stres dan dampaknya terlihat sampai masa dewasa!!!

Perbandingan antara anak dengan orangtua cerai vs tidak:
Tidak diberi ASI :  9x lebih stres
Anak ASI             :  Hanya 2x lebih stres

      Tapi jangan meminta istri menyusui bayi anda dengan rencana perceraian di kemudian hari...hehehehe

  1. DAMPAK JANGKA PANJANG MENYUSUI PADA KESEHATAN MENTAL ANAK DAN REMAJA ”A PREGNANCY COHORT STUDY FOLLOWED FOR 14 YEARS” Wendy H Oddy et al, Australia, Journal of Pediatrics ; Oct 2009

Penelitian thd 2900 ibu hamil di follow up sp 14 thn, Status Kesehatan Mental dinilai dengan the Child Behaviour Checklist pada 2, 6, 8 , 10 dan 14 tahun

Konklusi : Semakin lama menyusui semakin kurang kelainan kesehatan mental anak dan remaja

  1. 8 Gangguan kesehatan mental yang dikurangi oleh menyusui :

Kelompok masalah internal : Menarik diri, Gelisah/ depresif, Psychosomatik, Gangguan perhatian (Autisme), Gangguan cara berfikir

Kelompok masalah Eksternal : Gangguan bersosialisasi, Deliquentbehaviour,  Tingkah laku Agressif



.
  1. Proses menyusui mencegah kerusakan gigi anak dan mencegah gigi yang tidak beraturan

  1. Keuntungan psikologi menyusui

Secara emosi ;
    • Terjalin kedekatan hubungan kasih sayang antara ibu dan anak yang sangat berguna membangun kecerdasan emosional anak dan rasa percaya diri anak,
    • Secara emosional ibu lebih puas,
    • Bayi jarang menangis karena lebih rileks,
    • Ibu berperilaku lebih menyayangi karena hormone oksitosin yang bertugas mengeluarkan ASI dari payudara berguna sebagai hormone kasih saying,
    • Meniadakan keinginan untuk menyiksa atau menelantarkan bayinya

Perlu direnungkan bersama apa yang diiklankan susu formula di televisi tentang dampak kecerdasan susu formula pada anak kita. Bukankah kita semua tahu bahwa manusia jauh lebih cerdas dari sapi.

Kemudian susu formula dibuat sedemikian rupa agar menyerupai susu ibu, maka sesungguhnya pembuat susu formula menyadari bahwa makanan terbaik manusia ádalah ASI dan bukan bahan pabrikan tersebut.

Enzim laktase dalam usus manusia akan berkurang setelah usia 3 tahun. Enzim ini berguna dalam mencerna susu. Maka ASI manusia sudah mulai berkurang setelah anak mulai bisa makan seperti orang dewasa. Karena setelah 3 tahun, manusia sudah tidak memerlukan SUSU lagi.

Coba lihat seluruh mamalia, sampai usia berapa mereka disusui oleh induknya??? Mari belajar dari mereka....

Kembali ke slogan kita teriakkan dengan keras sambil mengepalkan tangan

ASI YES !!! Susu Formula NO !!!

Demi masa depan anak bangsa yang cerdas dan berperikemanusiaan…

Indonesia Jaya,
Dr. Oka


Minggu, 06 November 2011

Kandungan ASI

Kandungan ASI

ASI (air susu ibu) adalah makanan untuk bayi yang baru dilahirkan. Bayi manusia cocok dengan ASI manusia, Bayi tikus cocok dengan ASI tikus, demikian seterusnya. Bila ditukar akan terjadi masalah dikemudian hari.

Misalnya ASI Unta diminum oleh Beruang Kutub, maka beruang tidak akan dapat bertahan lama untuk bertahan hidup karena makanannya tidak tepat. Beruang kutub membutuhkan lemak lebih banyak,sedangkan susu unta tidak mengandung makanan yang dibutuhkan.

Untuk menggugah kesadaran kita akan manfaat ASI manusia untuk bayi manusia, berikut ini adalah beberapa manfaat yang sudah ditemukan oleh para ilmuwan

1.    Spesifiek spesies,
Jadi Sang Pencipta telah membuat makanan yang cocok untuk setiap bayi yang lahir yang sesuai dengan kondisi badannya (enzim pencernaan, kebutuhan bertahan hidup, usianya, dll) sering kita tidak sadar memberikan bayi manusia susu sapi yang dikemudian hari menyebabkan banyak sekali penyakit pada usia muda.

Mamalia
Waktu untuk mencapai 2x berat lahir (hari)
Komposisi makronutrien (g%)


protein
lemak
Laktosa
Manusia
180
0.9
3.8
7.0
Sapi
47
3.4
3.7
4.8
Kambing
19
2.9
4.5
4.1
Tikus
6
12.0
15.0
3.0

Dari tabel diatas kita bisa lihat bahwa kandungan zat dasar antara ASI manusia dan ASI mamalia lain berbeda. BB bayi akan meningkat 2x setelah usia 6 bulan, ketika diberikan susu sapi, bayi manusia akan kegemukan karena memperoleh rangsangan seperti anak sapi.

Kita semua sudah mengetahui apa yang terjadi pada kegemukan : Meningkatnya resiko penyakit Hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, stroke...nah pemberian Susu Formula akan meningkatkan resiko anak kita menderita penyakit tersebut di usia yang lebih muda.

Jenis lemak ASI manusia beda dengan ASI sapi, dimana ASI manusia tinggi AA,DHA dan asam lemak esensial lainnya yang berguna untuk pertumbuhan otak bayi, kandungan ini tidak dimiliki oleh mamalia lain seperti yang manusia miliki, selain itu enzim pemecah lemak sudah terdapat didalam ASI sehingga asam lemak esensial tersebut mudah dipecah dan diserap, sedangkan pada susu formula tidak mengandung enzim pemecah asam lemak walaupun asam lemak esensial ditambahkan di dalam susu formula.

Jenis protein ASI manusia berbeda dengan mamalia lain, karena peran kita di alam sudah berubah sejak jutaan tahun…sehingga pemberian protein dari susu mamalia lain akan sulit dicerna usus manusia…

2. Komposisi tak sama antar ibu, ASI manusia satu dengan manusia lainnya dibuat sesuai dengan kebutuhan bayi yang lahir dari Si Ibu tersebut. Makanan yang dimakan oleh ibu sejak ibu kecil dan selama masa kehamilan sudah menjadi kebiasaan bagi janin sehingga kalau seorang ibu yang biasa makan roti melahirkan bayi dan si bayi disusui oleh ibu yang bisa makan serombotan / plecing kangkung pedas akan membuat perut bayi tidak nyaman...

3. Berbeda tiap hari sesuai kebutuhan tumbuh kembang hari itu, misalnya ketika bayi mengalami batuk pilek, kandungan ASI berbeda ketika bayi sedang diare, saat batuk pilek ASI banyak mengandung zat penyembuhan untuk batuk pileknya demikian saat diare. Ketika bayi membutuhkan banyak lemak maka ASI akan mengandung banyak lemak, demikian otak ibu menyenyuaikan kandungan ASI dengan kebutuhan pribadi bayi.

maka ada ungkapan "ASI ibu khusus untuk bayinya sendiri"

namun tidak menutup kemungkinan kala wanita yang mengadopsi anak dan dilatih untuk menyusui akan mangalami mekanisme yang sama yang terjadi dengan Ibu yang hamil. jadi tanpa kehamilan pun seorang wanita tetap bisa menyusui, ini berlaku juga bagi seorang gadis asalkan dia sudah melewati masa puber.

Kandungan Mineral dan hubungannya dengan penyakit kronik

Mineral
ASI
Susu Sapi
Natrium
15
58
Kalium
57
145
Calcium
35
130
Fosfor
15
120
Besi
100
70

Natrium /Kalium yang tinggi sama dengan memakan garam lebih banyak alias makan asinan. Kita semua tahu bahwa pasien hipertensi dianjurkan mengurangi konsumsi garam, nah...apa yang terjadi bila bayi manusia dipaparkan garam lebih banyak setiap hari? Tentu kejadian hipertensi dan masalah ginjal akan lebih mudah terjadi dan akan terjadi di usia yang lebih muda...

Kalsium /Fosfor adalah unsur yang terlibat dalam pembentukan tulang, juga kegiatan kontraksi otot maupun sel. Jumlah kalsium yang tinggi tidak berarti akan memperkuat tulang, otot dan sel tetapi malah membuat tubuh menarik kalsium tulang dan memudahkan tulang rapuh (dilain waktu akan dijelaskan dalam artikel yang lain) akibatnya banyak kalsium dalam darah dan memudahkan terbentuknya batu ginjal berbahan calsium, saya pernah menemukan anak di bawah 10 tahun menderita batu ginjal calsium, dengan riwayat minum susu formula yang berlebihan...

Zat Besi dalam ASI 50-100 ug/100 ml demikian juga pada susu sapi tetapi bentuk besi berbeda, ini yang menyebabkan besi pada ASI manusia diserap usus bayi 50% dan Besi pada susu sapi diserap usus bayi 10%. Ini adalah jawaban kenapa pada bayi Susu Foemula mudah terkena anemia, penyakit infeksi (besi terlibat dalam sistem kekebalan alami sel)

ASI manusia kaya akan Mineral dan vitamin B, A dan C dan jumlahnya jauh lebih tinggi dari sapi, kita tahu bahwa vitamin berguna dalam membantu pengaturan sistem tubuh kita.

Moga kita semua menggalakkan pemakaian ASI.

ASI YES !!!, Susu Formula NO !!

Salam Indonesia,
Dr.Oka Dharmawan
Konselor Laktasi di denpasar-bali
HP: 081933163094